TOMAT BEEF TEMBUS 500 GRAM PER BUAH, HASIL RISET MAHASISWA AGROTEKNOLOGI BUKTIKAN POTENSI PERTANIAN CERDAS
Magelang – Inovasi di bidang budidaya hortikultura kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Jurusan Agroteknologi melalui hasil penelitian yang menjanjikan pada komoditas tomat premium. Buah tomat beef berhasil mencapai bobot hingga 500 gram per buah, sebuah capaian yang menunjukkan potensi peningkatan produktivitas dan kualitas hasil melalui pengelolaan nutrisi yang tepat berbasis teknologi pertanian modern.
Capaian tersebut merupakan hasil penelitian Sabryla Indrya Harsa, mahasiswa Jurusan Agroteknologi, di bawah bimbingan Ir. Ellen Rosyelina Sasmita, MP. Penelitian ini mengkaji pengaruh berbagai dosis pupuk fosfat SP-36 yang dikombinasikan dengan aplikasi ecoenzym terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat beef varietas Umagna.
Penelitian dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Soga Farm, sebuah perusahaan agribisnis hortikultura yang berlokasi di Magelang dan dikenal menerapkan sistem budidaya modern berbasis efisiensi sumber daya. Dukungan industri dalam penelitian ini menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademik dan praktik pertanian profesional untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif di lapangan.
Menariknya, budidaya tomat dalam penelitian ini menerapkan sistem irigasi tetes (drip irrigation), salah satu teknologi pertanian cerdas (smart agriculture) yang memungkinkan pemberian air dan nutrisi secara lebih presisi, efisien, dan terukur. Teknologi ini tidak hanya membantu menghemat penggunaan air dan pupuk, tetapi juga berkontribusi pada optimalisasi pertumbuhan tanaman sehingga menghasilkan buah dengan ukuran lebih besar dan kualitas premium.
Menurut tim peneliti, kombinasi pemupukan berbasis fosfor melalui SP-36 dan pemanfaatan ecoenzym berpotensi meningkatkan efisiensi serapan hara, memperbaiki kondisi rizosfer tanaman, serta mendukung pembentukan bunga dan buah secara optimal. Hasil berupa tomat beef berbobot hingga 500 gram per buah menunjukkan peluang besar pengembangan tomat premium untuk memenuhi pasar modern, hotel, restoran, hingga sektor wisata petik buah yang terus berkembang.
Penelitian ini sekaligus memperlihatkan bahwa generasi muda pertanian mampu menghadirkan solusi inovatif melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi. Dengan dukungan mitra industri seperti Soga Farm, hasil-hasil penelitian mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada skala akademik, tetapi dapat dihilirisasi menjadi model budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing hortikultura nasional.
“Riset ini menjadi bukti bahwa pengelolaan nutrisi yang tepat, dipadukan dengan teknologi irigasi modern, dapat menghasilkan produk hortikultura premium yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar tim pembimbing penelitian.